Tampilkan postingan dengan label Informasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Informasi. Tampilkan semua postingan

Kamis, 03 Desember 2015

JAKARTA | Terjadinya kelangkaan beras, tentunya berkorelasi deengan kerawanan pangan di desa-desa. Dan pada akhirnya menghambat upaya menjadikan desa lumbung pangan nasional.

Terkat hal di atas, Menteri Desa, Pembangunan Tertinggal dan Transmigrasi (DPDTT), Marwan Jafar, pun angkat bicara. Katanya, DPDTT menargetkan tidak ada lagi desa yang bermasalah dengan pemenuhan kebutuhan pangan secara mandiri. Hanya saja Marwan mengakui tidak semua desa bisa memenuhi target itu.

"Saya sebagai menteri yang mengurus desa tentu tidak akan tinggal diam masih ada desa yang rawan pangan, seharusnya hal ini tidak terjadi di negara kita ini yang kaya sumberdaya pangan" kata Marwan, dalam siaran pers yang diterima www.medanseru.co seswaat lalu (Sabtu, 28/2-2015).

Guna mengatasninya, kata Marwan, yaklni dengan pengembangan desa mandiri pangan, dengan memanfaatkan potensi sumberdaya yang ada di desa untuk meningkatkan ketersediaan pangan pokok dan meningkatkan daya beli masyarakat terhadap pangan pokok.

Menurutnya, masalah desa rawan pangan sebenarnya terletak pada kemiskinan warga yang menyebabkan mereka tidak mampu memenuhi kebutuhan pangannya secara mandiri.

Kemiskinan ini terjadi karena mereka tidak memiliki kegiatan usaha produktif yang bisa memberi penghasilan layak yang cukup untuk membeli beras, lauk pauk, sayuran, dan bahan pangan pokok lainnya.

"Jadi solusinya adalah bagaimana memberdayakan masyarakat desa rawan pangan, agar mereka bisa menjalankan suatu kegiatan produktif dengan memanfaatkan potensi sumberdaya yang ada di desa. Yang penting hasilnya bisa mencukupi kebutuhan pangan pokoknya secara mandiri," katanya.

Berbagai kegiatan produktif dapat dijalankan masyarakat dengan memanfaatkan apa yang ada di desa. Seperti pembuatan pupuk kompos, budidaya tanam sawah, tanaman buah, pembibitan, perikanan dan peternakan serta kegiatan produktif lainnya.

Yang tidak kalah penting, ujarnya lagi, adalah bantuan benih atau bibit unggul, peralatan secukupnya untuk bekerja, juga dukungan permodalan untuk menjalankan dan mengembangkan usahanya.

"Dana desa bantuan pusat dan daerah yang akan diterima desa pada April nanti dapat dimanfaatkan untuk mengatasi masalah kerawanan pangan di desa, memberdayakan warga miskin melalui bantuan modal kegiatan produktif di bidang pangan atau non pangan,," pungkas Marwan.(MS-08)
Menjadi sebuah desa unggulan atau kelurahan maju di wilayah penduduk merupakan dambaan masyarakat penghuni daerah tersebut. Apalagi bila kita mengacu pada pembangunan di luar negeri yang masyarakatnya maju dalam segala bidang, ini merupakan impian kita semuanya penduduk Indonesia.

Lalu bagaimana cara membangun desa tertinggal? hal ini menjadi pertanyaan kasik yang semestinya dijawab dengan teori rumus strategi. Pada ilmu manajemen administrasi perkotaan ada beberapa alat manajemen strategi yang ada, kita mengenalnya dengan istilah analisis SWOT (strenght, weakness, opportunity, and Threat). 

Informasi Terbaru

Kegiatan Desa

Diberdayakan oleh Blogger.

Visi Desa Gerongan

Misi Desa Gerongn

Misi pertama : Mewujudkan Tata Kelola Pemerintahan Desa yang Baik.

Arah Kebijakan Pembangunan untuk mencapai misi ini antara lain ;

a. Melaksanakan reformasi birokrasi dengan mengembangkan profesionalisme melalui penataan struktur yang proporsional serta penerapan reward dan punishment berbasis kinerja;

b. Meningkatkan dan mengembangkan kualitas pelayanan publik di Desa.

c. Meningkatkan kinerja pengelolaan keuangan desa yang transparan, akuntabel dan profesional;

Misi kedua : Meningkatkan Pelayanan terhadap Pemenuhan Hak hak dasar Rakyat.

Arah Kebijakan Pembangunan untuk mencapai misi ini antara lain ;

a. Mengembangkan pelayanan pendidikan anak usia dini;

b. Meningkatkan pelayanan kesehatan terutama pelayanan untuk ibu dan anak;

c. Meningkatkan ketersediaan perumahan serta sarana dan prasarana dasar permukiman

d. Meningkatkan kualitas dan kuantitas kesejahteraan social perseorangan, keluarga, dan kelompok masyarakat dengan pendekatan pemberdayan masyarakat;

Misi ketiga : Pembangunan Infrastruktur Dasar.

Arah Kebijakan Pembangunan yang akan dilaksanakan untuk mencapai misi ini antara lain ;

a. Pembangunan Prasarana dan Sarana Pertanian, Perhubungan, Pendidikan, Kesehatan dan Prasarana Pemerintahan.

b. Pemeliharaan dan Rehabilitasi Infrastruktur Dasar