Terkat hal di atas, Menteri Desa, Pembangunan Tertinggal dan Transmigrasi (DPDTT), Marwan Jafar, pun angkat bicara. Katanya, DPDTT menargetkan tidak ada lagi desa yang bermasalah dengan pemenuhan kebutuhan pangan secara mandiri. Hanya saja Marwan mengakui tidak semua desa bisa memenuhi target itu.
"Saya sebagai menteri yang mengurus desa tentu tidak akan tinggal diam masih ada desa yang rawan pangan, seharusnya hal ini tidak terjadi di negara kita ini yang kaya sumberdaya pangan" kata Marwan, dalam siaran pers yang diterima www.medanseru.co seswaat lalu (Sabtu, 28/2-2015).
Guna mengatasninya, kata Marwan, yaklni dengan pengembangan desa mandiri pangan, dengan memanfaatkan potensi sumberdaya yang ada di desa untuk meningkatkan ketersediaan pangan pokok dan meningkatkan daya beli masyarakat terhadap pangan pokok.
Menurutnya, masalah desa rawan pangan sebenarnya terletak pada kemiskinan warga yang menyebabkan mereka tidak mampu memenuhi kebutuhan pangannya secara mandiri.
Kemiskinan ini terjadi karena mereka tidak memiliki kegiatan usaha produktif yang bisa memberi penghasilan layak yang cukup untuk membeli beras, lauk pauk, sayuran, dan bahan pangan pokok lainnya.
"Jadi solusinya adalah bagaimana memberdayakan masyarakat desa rawan pangan, agar mereka bisa menjalankan suatu kegiatan produktif dengan memanfaatkan potensi sumberdaya yang ada di desa. Yang penting hasilnya bisa mencukupi kebutuhan pangan pokoknya secara mandiri," katanya.
Berbagai kegiatan produktif dapat dijalankan masyarakat dengan memanfaatkan apa yang ada di desa. Seperti pembuatan pupuk kompos, budidaya tanam sawah, tanaman buah, pembibitan, perikanan dan peternakan serta kegiatan produktif lainnya.
Yang tidak kalah penting, ujarnya lagi, adalah bantuan benih atau bibit unggul, peralatan secukupnya untuk bekerja, juga dukungan permodalan untuk menjalankan dan mengembangkan usahanya.
"Dana desa bantuan pusat dan daerah yang akan diterima desa pada April nanti dapat dimanfaatkan untuk mengatasi masalah kerawanan pangan di desa, memberdayakan warga miskin melalui bantuan modal kegiatan produktif di bidang pangan atau non pangan,," pungkas Marwan.(MS-08)
0 komentar:
Posting Komentar