Suatu ketika ada seorang pemuda sempat berteduh di hutan itu dan terketuk
hatinya karena kesejukan dan suasananya yang tenang untuk menetap disana dengan
mendirikan gubuk sederhana,,,, dia adalah pemuda sakti mandraguna yang bernama “
KAMISA “, beliaulah orang pertama yang mendiami hutan tersebut yang
kemudian lambat laun banyak orang mendengar akan kerindangan dan keberkahan
hutan itu sehingga banyak orang yang mendiami hutan itu untuk dijadikan
pedukuhan. Karena wilayah itu sering dijadikan tempat untuk berkumpul dan
berembuk sehingga di bentuklah pedukuhan/ Kerajaan kecil yang sekarang disebut dusun
KRAJAN. Kemudian suatu ketika pembabatan hutan terus dilakukan sampai
kearah timur wilayah hutan itu yang di pimpin oleh “ KAMISA “ dengan
dibantu oleh penduduk yang lain. Sebelum sampai di wilayah timur di tengah-
tengah hutan tersebut ada sebuah curah yang terjal dan dalam yang dialiri air
sungai dan disungai tersebut beliau dengan penduduk yang lain menemukan ikan
lele yang sangat banyak dan besar, sehingga beliau menyebut daerah tersebut
dengan sebutan dusun CURAH LELE.
Disaat Kolonial Belanda menjajah tanah air kita,
disaat itu pula diwilayah itu dibangun Jembatan yang digunakan untuk sarana
perekonomian dan transportasi oleh Belanda tepatnya pada Tahun 1898 yang sekarang disebut JEMBATAN DAM WOLUE.
Karena dampak dari penjajahan yang sangat merugikan rakyat di wilayah itu
akhirnya diadakan rembuk/musyawarah yang intinya ingin mengusir/ melawan
kebiadaban Belanda. Sehingga ditunjuklah dalam rembuk itu KAMISA sebagai
pemimpin untuk melawan Kolonial Belanda dan Petinggi di wilayah tersebut.
Setelah terbentuknya P. KAMISA sebagai Petinggi di wilayah
tersebut, kemudian diadakan rembuk kembali dengan penduduk untuk menentukan
nama dari Pedukuhan itu. Singkat cerita karena disamping Jembatan yang di
bangun oleh Belanda itu terdapat sebuah Terowongan yang berbentuk seperti
Kerongkongan, dimana Terowongan itu selain dipakai sebagai jalur untuk
menyeberang dari bawah Jembatan oleh pihak Belanda, juga digunakan sebagai
saluran air yang melimpah ruah dari sungai Pekalen tepatnya dari DAM WOLUE
yang sampai saat ini masih tetap dipertahankan untuk mengairi tanah sawah di
Wilayah tersebut. Jadi asal mula terbentuknya Desa Gerongan mengambil dari
Terowongan yang berbentuk KERONGKONGAN lambat laun sesuai dengan
kemajuan Jaman Masyarakat menyebutnya GERONGAN.
Seiring berjalannya waktu maka yang semula Desa Gerongan hanya memiliki 2
(dua) dusun sekarang sudah terdapat 7 (tujuh) dusun yang dipimpim oleh masing
Kepala Dusun.
Demikian sekilas Asal- usul terbentuknya Desa
Gerongan yang kami kutip dari beberapa sumber Sesepuh yang masih hidup, semoga
bermanfaat bagi masyarakat Desa kami, Amin ya robbal
alamin........................
Langganan:
Postingan (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar